Categories
Live At LP3I

Kata-Kata anak Marketing: 5 Hal yang Cuma Dipahami Anak Marketing

Kuliah di jurusan marketing tergolong seru dan menyenangkan. Kamu akan belajar bagaimana cara mengomunikasikan sesuatu kepada konsumen, mitra, klien, atau masyarakat luas. Tentu nantinya kamu akan belajar banyak istilah baru. Istilah tersebut nantinya akrab disebut sebagai kata-kata anak marketing.

Ya, ada banyak istilah yang mesti dipahami oleh kamu yang berkuliah di jurusan ini. Berikut ini kata-kata anak marketing yang bakal sering kamu dengar dan ucapkan.

Baca juga: 7 Sifat yang Harus Dimiliki oleh Mahasiswa, Maba Harus Tahu!

1. Above The Line (ATL)

Istilah ini maksudnya adalah bentuk komunikasi dengan menggunakan media massa, seperti koran, majalah, atau televisi, dengan tujuan mempromosikan atau membentuk brand image seperti yang diinginkan.

ATL ini memiliki ciri, yaitu menargetkan audiens yang luas. Oleh karena itu, media yang dipakai adalah media yang dapat menjangkau jauh, seperti televisi, radio, majalah, website, blog, dan social media.

Strategi pertama yang sering dipakai ketika menjalankan ATL adalah berusaha menarik perhatian orang. Dengan begitu, audiens pun tertarik untuk melihat/menyimak apa yang disampaikan. Pada akhirnya, audiens diharapkan bisa tertarik mencoba produk atau minimal mengingat nama brand yang dipromosikan tersebut.

Setiap medium yang dipakai untuk menjalankan ATL memiliki kelebihan dan kelemahan. Sebagai contoh, jika menggunakan ATL melalui media cetak, keunggulannya adalah materi promosi bisa bersifat informatif dengan narasi yang panjang. Namun kelemahannya, media cetak bersifat pasif dan statis sehingga pola komunikasi yang terjalin hanya bersifat satu arah.

Jika memilih ATL melalui radio, kelebihannya adalah pendengar relatif lebih santai saat mendengarkan. Hal ini membuat pesan yang ingin disampaikan lebih mudah masuk ke benak konsumen. Namun kelemahannya adalah jangkauannya relatif terbatas.

Jika memilih televisi sebagai media ATL, kelebihannya adalah audiens yang dijangkau sangat luas. Adapun kekurangan menggunakan ATL di televisi adalah biayanya mahal dengan durasi tayangnya amat singkat.

2. Advertising

Istilah ini juga akrab di telinga anak marketing. Simpelnya, advertising adalah periklanan. Tujuan advertising adalah untuk mempromosikan produk atau jasa kepada masyarakat.

Perlu dipahami bahwa advertising adalah bagian dari marketing. Dengan demikian, lingkup marketing itu jauh lebih besar dari advertising.

Proses advertising diawali dengan mengenali produk atau jasa yang hendak diiklankan. Selain itu, perlu diketahui tujuan iklan tersebut apakah untuk menciptakan efek penjualan langsung, memperkuat brand image, atau tujuan lainnya.

Advertiser akan mencoba mencari tahu apa yang dilakukan kompetitor. Apa jenis iklan yang kompetitor gunakan dan bagaimana efeknya. Advertiser juga bertugas mengidentifikasi target konsumen, dilanjutkan dengan memilih media sebagai tempat beriklan—termasuk bujet iklannya.

Proses selanjutnya adalah mendesain dan menciptakan iklan sesuai konsep awal. Setelahnya, tentukan kapan iklan tersebut akan mulai tayang. Proses terakhir adalah menilai bagaimana performa iklan yang sudah tayang.

Cukup panjang ya, tahapan proses advertising? Tapi ilmu ini seru saat kamu pelajari di jurusan marketing.

3. Below The Line (BTL)

BTL adalah kebalikan dari ATL. BTL adalah bentuk komunikasi dengan audiens yang lebih kecil dan menggunakan media seperti flyer, brosur, pameran, billboard, sales canvasing, acara peluncuran produk, dan lainnya.

BTL sering juga disebut sebagai “serangan darat” karena sifatnya yang berinteraksi langsung dengan audiens. Sebaliknya, ATL sering disebut sebagai “serangan udara” karena sifatnya yang menggunakan media massa untuk beriklan.

Menyimak penjelasan tersebut, sekarang sudah cukup mengerti kan, perbedaan antara BTL dan ATL?

4. Branding

Istilah ini juga bakal sering kamu dengar saat kuliah marketing. Branding adalah kegiatan membangun brand. Tujuannya supaya brand melekat di benak konsumen dan sebisa mungkin menjadi top of mind (TOM).

Kegiatan branding perlu dilakukan berkelanjutan. Sifat branding memang tidak bisa instan. Namun ketika brand sudah kuat, hal ini akan mendukung kestabilan bisnis. 

5. Brand Awareness

Maksud brand awareness adalah kemampuan pelanggan mengenal sebuah brand dan mengaitkannya dengan nama, logo, gambar, maskot, slogan, jingle maupun ciri khas lainnya.

Proses brand awareness diawali dengan mengupayakan brand recognition (audiens mengenal), brand recall (audiens mengingat), hingga top-of-mind awareness (TOMA). Pada tahapan TOMA ini, audiens akan mengingat sebuah produk atau brand tertentu pertama kali ketika memikirkan kategori produk atau industri.

Itulah daftar kata-kata anak marketing yang sering kamu kamu ucapkan dan bahas. Tentu saja masih banyak istilah lainnya seperti brand promise, brand management, co-branding, dan istilah lainnya. Kamu bisa pelajari semua itu saat belajar di jurusan marketing.

Jika kamu tertarik untuk kuliah marketing yang nantinya bisa cepat terserap lapangan kerja, pilih saja LP3I. Ada program studi digital business communication, public relation, dan visual media communication. Lebih jelasnya bisa kamu klik https://www.lp3i.ac.id/ sekarang.