9 Cara Menjadi Data Analyst: Panduan Lengkap untuk Pemula
Di era digital saat ini, data menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan di berbagai sektor. Inilah alasan mengapa profesi data analyst semakin dicari dan memiliki prospek karier yang menjanjikan. Jika kamu tertarik untuk terjun ke dunia data, tapi masih bingung harus mulai dari mana, tenang saja. Kamu akan mendapatkan ilmu cara menjadi data analyst di sini.
Artikel ini akan membimbing kamu secara bertahap dalam memahami cara menjadi data analyst meskipun kamu belum punya latar belakang di bidang teknologi atau IT. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!
9 Cara Menjadi Data Analyst
Sebelum kamu bisa bekerja sebagai data analyst, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu tempuh. Berikut ini 9 langkah yang bisa kamu ikuti:
1. Pahami Peran dan Tanggung Jawab Seorang Data Analyst
Langkah pertama yaitu memahami apa sebenarnya tugas data analyst. Profesi ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis data guna membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih baik. Seorang data analyst juga harus mampu menyajikan hasil temuannya dalam bentuk laporan atau visualisasi yang mudah dipahami.
Baca Juga: Belajar Data Analyst: Skill, Tools, dan Prospek Karier
2. Kuasai Dasar-Dasar Statistik dan Logika
Statistik adalah fondasi utama dalam dunia data. Kamu perlu memahami konsep seperti rata-rata, median, deviasi standar, korelasi, regresi, dan probabilitas. Jangan takut dengan istilah-istilah ini, banyak sumber pembelajaran yang bisa membantumu memahaminya secara sederhana.
3. Belajar Alat dan Software Pendukung
Untuk mengolah dan menganalisis data, kamu harus terbiasa dengan beberapa tools penting seperti:
- Microsoft Excel: Sangat berguna untuk analisis data dasar dan perhitungan cepat.
- SQL: Bahasa yang digunakan untuk mengambil data dari database.
- Power BI atau Tableau: Tools visualisasi data untuk membuat dashboard interaktif.
- Python atau R: Digunakan untuk analisis data yang lebih kompleks dan otomatisasi.
Mulailah dari satu tool terlebih dahulu, lalu pelajari yang lain secara bertahap.
4. Pelajari Bahasa Pemrograman yang Relevan
Python merupakan pilihan yang sangat populer di kalangan data analyst. Bahasa ini mudah dipelajari dan memiliki banyak library seperti Pandas, NumPy, dan Matplotlib yang memudahkan pekerjaan analisis. Kamu bisa memulai dari dasar dan mencoba membuat proyek-proyek kecil untuk membiasakan diri.
5. Bangun Portofolio Proyek Analisis Data
Portofolio akan menunjukkan bahwa kamu benar-benar menguasai apa yang telah kamu pelajari. Buat proyek analisis data sederhana seperti:
- Analisis penjualan toko online
- Tren pengunjung website
- Prediksi harga menggunakan data historis
Upload proyek-proyek tersebut di GitHub atau bagikan lewat blog agar bisa dilihat calon pemberi kerja.
6. Ikuti Pelatihan atau Program Belajar Terstruktur
Belajar secara mandiri memang bagus, tapi mengikuti program pelatihan yang terarah akan mempercepat proses belajarmu. Pilih program yang memiliki kurikulum berbasis industri dan menekankan pada praktik langsung, bukan hanya teori.
7. Ambil Sertifikasi Profesi yang Relevan
Sertifikasi akan menjadi nilai tambah saat kamu melamar kerja. Beberapa sertifikasi yang bisa kamu pertimbangkan adalah:
- Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)
- Google Data Analytics Professional Certificate
- TOEIC (untuk kemampuan bahasa Inggris profesional)
Sertifikat ini menunjukkan bahwa kamu serius dan punya kualifikasi resmi di bidang data.
8. Asah Kemampuan Komunikasi Data
Tidak cukup hanya bisa mengolah data. Seorang data analyst juga harus mampu menjelaskan insight secara jelas dan meyakinkan. Gunakan storytelling dan visualisasi data untuk menyampaikan hasil analisismu kepada pihak yang bukan dari latar belakang teknis.
9. Mulai dari Pengalaman Praktik Kerja atau Freelance
Pengalaman di dunia nyata sangat penting. Kamu bisa mulai dengan praktik kerja, magang, atau proyek freelance. Banyak perusahaan membutuhkan analis data lepas untuk proyek-proyek jangka pendek. Selain menambah pengalaman, ini juga bisa membuka pintu ke peluang kerja penuh waktu.
Baca Juga: 7 Cara Menjadi Mobile Developer yang Sukses
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari oleh Calon Data Analyst
Meskipun kamu sudah mempersiapkan diri dengan baik, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat belajar cara menjadi data analyst. Hindari kesalahan-kesalahan ini agar proses belajarmu lebih efektif dan hasilnya maksimal:
1. Fokus Terlalu Lama pada Teori
Belajar teori memang penting untuk membangun dasar pengetahuan, tapi kalau hanya berhenti di situ tanpa melakukan praktik, kamu tidak akan pernah benar-benar menguasai skill yang diperlukan.
Data analyst adalah pekerjaan yang sangat aplikatif, jadi kamu harus segera mulai mengerjakan proyek nyata agar pemahamanmu lebih mendalam dan kamu tahu bagaimana menerapkan teori dalam situasi sesungguhnya. Jika terlalu lama berteori, kamu berisiko kehilangan momentum belajar dan motivasi.
2. Mengabaikan Dasar-Dasar Statistik
Statistik merupakan fondasi utama dalam analisis data, tapi banyak pemula yang langsung melompat ke belajar coding atau software tanpa memahami konsep statistik dasar terlebih dahulu.
Padahal, tanpa pemahaman statistik yang kuat, kamu bisa salah menginterpretasikan data atau membuat kesimpulan yang keliru. Statistik membantu kamu mengerti pola, tren, dan hubungan antar variabel secara ilmiah, sehingga hasil analisismu menjadi valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Tidak Membuat Portofolio
Portofolio adalah bukti nyata kemampuan dan pengalamanmu dalam mengolah data. Jika kamu tidak punya portofolio, sulit bagi calon pemberi kerja untuk menilai sejauh mana skill-mu. Dengan membuat portofolio dari proyek-proyek kecil atau latihan analisis, kamu tidak hanya melatih skill tapi juga memperlihatkan bahwa kamu serius dan siap bekerja.
Baca Juga: Perbedaan Sertifikasi dan Pelatihan: Mana yang Lebih Penting?
4. Meremehkan Pentingnya Komunikasi
Sehebat apa pun hasil analisis data yang kamu buat, jika kamu tidak bisa menyampaikannya dengan cara yang jelas dan menarik, informasi tersebut bisa saja tidak dimengerti atau bahkan diabaikan oleh orang lain.
5. Tidak Konsisten Belajar
Belajar menjadi data analyst bukan hal yang instan, melainkan proses yang harus dijalani secara konsisten. Banyak orang gagal karena belajar hanya sesekali dan tidak teratur, sehingga materi yang dipelajari mudah terlupakan.
Menjadi seorang data analyst bukan hal yang mustahil, bahkan jika kamu tidak punya latar belakang teknis sekalipun. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, membangun portofolio, dan terus melatih skill, kamu bisa memulai karier di bidang data dengan percaya diri.
Kalau kamu serius ingin berkarier sebagai data analyst, sekarang saatnya ambil langkah nyata!
Gabung Program Data Analyst di LP3I College dan Mulai Karier Profesionalmu
Kamu sudah tahu cara menjadi data analyst, tapi masih bingung harus belajar di mana? LP3I College hadir sebagai solusi tepat buat kamu yang ingin langsung terhubung dengan dunia kerja. Di sini, kamu bisa belajar secara praktis, bukan hanya teori, melalui Jurusan Data Analyst.
Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan industri dan mengajarkan:
- Pengolahan big data
- Teknik analisis data untuk pengambilan keputusan
- Keterampilan berpikir analitis
Kamu juga akan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP seperti Teknisi Operator Komputer, Data Scientist, Analis Program, hingga TOEIC untuk mendukung kariermu secara profesional.
Dengan masa belajar 2 tahun (4 semester), kamu akan fokus pada 70% praktik dan 30% teori. Ada syarat praktik kerja nyata dan uji kompetensi sebelum lulus, jadi kamu benar-benar siap kerja saat selesai belajar.
Tertarik? Yuk, daftar sekarang dan mulai langkahmu menjadi data analyst profesional bersama LP3I College. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp dan dapatkan informasi selengkapnya!