Categories
Pendidikan Vokasi & Dunia Kerja

Apa Bedanya Kuliah Pendidikan Vokasi (Diploma) dengan Akademik (Sarjana)?

Ketika memilih jurusan untuk kuliah, kebanyakan anak SMA cenderung berpikir soal pendidikan sarjana alias S1. Apalagi, berbagai program bimbingan belajar kerap kali menawarkan jaminan lulus ke jurusan-jurusan S1. Padahal, ada banyak jenjang pendidikan lain yang bisa Anda pilih usai lulus SMA, lho. Salah satunya adalah jenjang diploma tiga alias pendidikan vokasi.

Beberapa orang sekadar menjadikan pendidikan vokasi sebagai cadangan saja. Pendidikan strata satu tetap dianggap primadona oleh anak-anak muda. Padahal, ada banyak kelebihan dari pendidikan vokasi yang belum banyak diketahui. Lagipula, tidak semua orang cocok dengan pendidikan sarjana. Ada banyak orang yang ternyata bisa lebih berhasil ketika mengambil kuliah diploma tiga.

Tidak kenal, tentu tidak sayang. Mari kenali perbedaan antara jenjang strata satu dengan diploma tiga untuk menemukan mana jenis pendidikan yang cocok untuk Anda.

Jalur Masuk S1 dan D3

Setiap tahun, ada banyak anak SMA yang berjuang supaya mampu menembus SNMPTN dan SBMPTN. SNMPTN merupakan seleksi kampus negeri tanpa menggunakan tes. Sementara itu, SBMPTN menggunakan tes. Keduanya adalah jalur masuk menuju jenjang S1 saja. Jika Anda ingin masuk ke jenjang D3, Anda bisa mengikuti ujian masuk khusus yang diselenggarakan tiap kampus.

Itulah alasan mengapa jalur masuk pendidikan vokasi tidak seketat jalur sarjana. Saat Anda mengikuti ujian masuk vokasi di kampus tertentu, saingan Anda hanyalah mereka yang mau masuk ke kampus itu. Namun, bukan berarti pendidikan D3 mutunya lebih rendah daripada pendidikan sarjana. Pendidikan vokasi memang tidak menyediakan gelar setinggi S1, tetapi, mereka yang berasal dari pendidikan vokasi lebih siap mengerjakan pekerjaan teknis jika dibandingkan dengan lulusan S1 reguler.

Baca juga: 3 Keistimewaan Pendidikan Vokasi 

Kurikulum Kuliah

Dalam pendidikan akademik alias sarjana, beban SKS yang Anda ambil adalah sekitar 144-160 SKS. Sementara itu, SKS dalam pendidikan vokasi hanya berjumlah 110-120 saja. Fokus dari pendidikan akademik adalah untuk mengasah kemampuan riset para mahasiswanya. Sehingga di akhir perkuliahan, mereka diwajibkan untuk membuat skripsi. Skripsi tersebut wajib dipertahankan pada saat sidang, di depan para dosen.

Sementara itu, mahasiswa vokasi tidak perlu membuat skripsi. Mereka juga tidak perlu mengikuti sidang. Untuk bisa lulus dari program vokasi, biasanya para mahasiswa diwajibkan mengikuti magang atau kerja praktek dan membuat laporan sederhana. Fokus pendidikan vokasi sendiri adalah pada keterampilan pada bidang tertentu.


Jika dibuat persentase, beban praktik mahasiswa S1 hanyalah sebesar 30-40% dari total kurikulum, sedangkan, beban praktik mahasiswa D3 mencapai 60-70%.

Jenis Pekerjaan

Karena pendidikan sarjana berfokus pada pengasahan nalar, maka jenis pekerjaan yang ditawarkan bagi lulusan S1 berhubungan dengan perencanaan dan juga riset. Kebalikan dari hal tersebut, pekerjaan untuk lulusan D3 cenderung berfokus pada eksekusi.

Dalam sebuah proyek misalnya, lulusan S1 berperan dalam membuat perencanaan dan lulusan D3 berperan sebagai eksekutor di lapangan. Para lulusan pendidikan sarjana memang lebih baik dari segi teori. Namun, lulusan vokasi lebih baik dari segi terapan.

Jenjang Pendidikan Selanjutnya

Lulusan S1 alias pendidikan akademik bisa langsung melanjutkan ke strata dua atau jenjang magister. Setelah menyelesaikan jenjang magister, Anda berpeluang untuk melamar sebagai dosen. Namun, para mahasiswa vokasi harus mengambil kuliah ekstensi dulu untuk bisa mendapatkan gelar sarjana. Kuliah ekstensi berlangsung sekitar dua tahun.


Setelah menyelesaikan kuliah ekstensi, mereka bisa mengambil S2. Waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa vokasi untuk bisa mendapatkan gelar sarjana memang lebih lama daripada mahasiswa pendidikan akademik.

Waktu yang Harus Ditempuh

Untuk menyelesaikan pendidikan akademik, Anda membutuhkan waktu sekitar 3,5-6 tahun. Rata-rata mahasiswa menyelesaikan jenjang ini dalam waktu 4-4,5 tahun. Sementara itu, para mahasiswa pendidikan vokasi bisa menyelesaikan kuliah dalam kurun waktu 3-5 tahun.

Masalah yang jamak ditemui oleh mahasiswa sarjana adalah skripsi yang menghambat kelulusan. Hal tersebut tentu tak berlaku jika Anda mengambil program vokasi. Untuk itu, jarang kita dengar kasus mengenai mahasiswa vokasi yang menjadi “mahasiswa abadi”.

Apapun jenjang kuliah yang Anda pilih, tentunya akan baik selama cocok dengan tujuan Anda berkuliah. Nah, jika tujuan Anda berkuliah adalah untuk bisa cepat mendapatkan pekerjaan, jenjang vokasi sangat sesuai untuk Anda. Pilihlah pendidikan vokasi yang berkualitas seperti di LP31.

Sejak tahun 1969, LP3I telah menyediakan pendidikan dengan fokus kepada ilmu terapan untuk mencetak individu-individu siap kerja. Tidak perlu bingung lagi mencari tempat untuk pendidikan vokasi terbaik dan terjangkau, daftarkan diri Anda sekarang juga di LP3I dan kunjungi situsnya di http://www.lp3i.ac.id untuk informasi pendaftaran yang lengkap.